Kota Bogor merupakan kota di wilayah Provinsi Jawa Barat dan terletak 59 kilometer di sebelah selatan Jakarta. Dikenal dengan Kota Hujan karena memiliki curah hujan yang tinggi, Kota Bogor memiliki segudang jajanan kuliner enak yang bakalan bikin Anda rindu.

Ke manapun Anda pergi, pasti wisata kuliner harus ada dalam bucket list dan menjadi sebuah kewajiban untuk mencicipi jajanan khas daerah tersebut.

Begitu juga dengan Kota Bogor dengan segudang pesona kulinernya yang mampu menarik perhatian wisatawan. Mulai dari hidangan goreng hingga berkuah, menambah komplitnya jajanan kuliner yang selalu didamba-dambakan pengunjung luar kota. Berikut pusatsewabus.com berikan informasinya.

Kuliner Enak di Bogor yang Selalu Bikin Kangen

1. Toge Goreng

Toge Goreng

Jika Anda akan berkunjung ke Kota Bogor dan ingin mencicipi makanan khas lokal Toge Goreng, anda tidak perlu khawatir kesulitan menemukan makanan ini.

Makanan unik ini dapat ditemukan di mana saja, Google Maps bisa menuntun Anda dengan mudah ke warung yang menyajikan toge tersebut.

Paduan toge yang digoreng dengan saus kacang, mie kuning dan tauco menambah nikmatnya hidangan yang selalu menjadi incaran tersebut.

Rasa gurih, asam dan manis berharmoniasasi dengan indahnya di mulut. Harganya pun tidak membelalakkan mata lho. Jika berencana berkunjung ke Kota Bogor, jangan lupa mampir mencicipi ‘mahakarya’ Toge Goreng ini ya!

2. Laksa Bogor

Laksa Bogor

Kali ini kita akan membahas kuliner enak di Bogor yang berkuah. Hidangan khas ini sering dijumpai di acara-acara perayaan, seperti pesta nikahan, syukuran dan acara-acara lainnya. Harganya bervariasi dari sepuluh ribu perak hingga dua puluh ribu perak.

Kuahnya yang terbuat dari perahan santan menambah gurihnya laksa kuah ini. Kuahnya yang kental kaya akan rempah-rempah lokal. Ketika mencium aroma kuahnya, Anda akan bisa mengenali wangi daun kemangi yang menambah semerbaknya semangkok ‘surga’ tersebut.

Campuran oncom yang tenggelam dalam kuah, dan teksturnya yang kasar dikarenakan parutan kelapa tidak sedikit pun mengurangi rasa enak dan gurihnya. Untuk menambah variasinya, biasanya akan ada eksperimen dengan menambahkan telur rebus, tahu, daun seledri dan daun ketumbar.

3. Cungkring

cungkring bogor

Masyarakat yang tidak mengenal istilah cungkring selain berkenaan dengan postur tubuh seseorang, akan membuat orang salah paham. Padahal Cungkring adalah salah satu jajanan kuliner enak di Bogor yang memiliki nama unik.

Dalam Bahasa Sunda, Cungkring berarti kikil sapi. Olahan bagian potongan kaki sapi, dimasak dengan bumbu kuning dan disiram dengan bumbu kacang manis, itulah Cungkring.

Hidangan lokal ini kadang disajikan menyerupai sate, bedanya bukan terbuat dari daging, tapi dibuat dengan kikil, kulit, dampal dan urat.

Makanan unik ini dapat ditemukan di sepanjang pelesiran Kota Bogor, jadi tidak akan susah menjumpainya. Dengan tambahan lontong dan kerupuk, Cungkring siap dinikmati.

4. Pepes Sagu

Pepes Sagu bogor

Jika mendengar kata pepes, hal yang langsung terbesit adalah pepes ikan, yaitu ikan yang dibakar dengan balutan daun pisang yang membungkus.

Di Kota Bogor, jangan kaget jika melihat sagu dipepes. Kuliner enak di Bogor ini dibuat dengan olahan sagu dikombinasikan dengan irisan gula merah dan garam kemudian diisi dengan isian sesuai selera, seperti keju, pisang dan nangka yang dibalut dengan tepung tentunya.

Step terakhir dengan merampungkannya ke dalam daun pisang untuk kemudian dibakar. Rasanya yang manis membuat jajanan satu ini cocok jadi camilan atau makanan penutup (dessert) setelah menyantap makanan berat.

5. Asinan Jagung Bakar

Asinan Jagung Bakar

Seperti asinan pada umumnya, asinan ini ditenggelamkan dalam campuran kuah cabe, gula dan cuka untuk menambah rasa asamnya.

Bedanya dengan asinan lain, bahan dasar yang digunakan adalah jagung bakar manis. Campuran mentimun yang larut dalam kuah asinan menambah rasa segar hidangan lokal tersebut.

Penyajiannya yang sederhana dengan terlebih dahulu membakar jagungnya kemudian melepaskan biji jagung dari jonggol, menjadikannya daya tarik bagi pengunjung. Bukan apanya, rasa enaknya cukup membenarkan istilah ‘penyajian kaki lima, rasa bintang lima’.